Diwilayah tradisi hiang kecamatan sitinjau laut.sebelum penerapan pernikahan diketahui dengan peranan embang yang berperanan. Untuk orang yang berjalan dahulu beberapa langkah mengatakan dahulu sepatah yang sebagai wakil keluarga faksi calon pengantin pria serta wanita. Embang berperanan untuk fasilitator yang berperanan untuk menghadapkan kesaling pahaman di antara kedua pihak calon pengantin serta keluarganya

Dalam proses perjodohan embang mempunyai persamaan peranan untuk tengganai. Yang sebagai wakil semasing keluarga untuk menghadapkan serta menjadikan satu dua hati sejoli. Sesudah didapat persetujuan dari semasing faksi keluarga serta calon pengantin. Karena itu diteruskan dengan acara perjodohan (pernikahan).

Pada acara akad nikah di tempat tinggal orangtua calon mempelai wanita. Ke-2 embang dipanggil oleh orang tradisi untuk didengar opini. Serta penjelasannya di depan beberapa depati ninik mamak serta undangan terkait dengan sko purbokalo (mahar). Yang diharap oleh calon mempelai wanita.

Di lain faksi pemuka tradisi (depati ninik mamak) serta keluarga semasing calon mempelai akan menitip petaruhkan ke-2 pasangan. Calon pengantin ke embang untuk memantau serta menuntun ke-2 mempelai mulai sebelum pernikahan sampai saat pernikahan. Serta pada saat dalam perjalan kehidupan rumah tangga berlangsung silang perselisihan di antara ke-2 pasangan suami-istri. Karena itu embang pulalah yang menengahi serta mengakhiri sebelum sampai ketingkat depati ninik mamak.

Sebelum pernikahan dikerjakan dilapisan warga hiang kecamatan sitinjau laut kabupaten kerincihingga sekarang ini masih menjaga adat bapenteh yaitu adat menghiasi rumah calon pengantin dengan memakai bermacam kain batik (kain panjang) yang dijalin pada sebuah serangkaian ikatan hubungan panjang.

Sebelum acara akad nikah dikerjakan di tempat tinggal orangtua calon mempelai. Semasing keluarga dari faksi calon pengantin wanita serta pria dengan cara bersama bawa kain yang disatukan dikediaman calon mempelai wanita. Umumnya pekerjaan ini dikerjakan 5 – 7 hari sebelum penerapan akad nikah. Serta penteh (hubungan kain) akan dibuka kembali lagi sesudah 7 hari pernikahan selesaidi kerjakan.

Buat warga di daerah tradisi hiang terutamanya di hiang tinggi-betung kuning serta sekelilingnya adat bapenteh sudah jadi adat yang membudaya. Tiap keluarga calon pengantin khususnya calon mempelai wanita dilarang memakai pelaminan dari wilayah lain. Bila berlangsung pelanggaran akan dikenai ragu hukum tradisi.

Adat bapenteh ini memiliki kandungan arti bersilahturahmi dari masing masing keluarga kedua pihak calon pengantin serta penempatan kain dengan hubungan hubungan kain yang cantik dengan bermacam corak serta warna kain kain batik untuk dekor rumah melambatgkan hubungan cinta serta kasih yang tidak sempat terputus.

Sebelum penerapan akad nikah di daerah tradisi nenek 5 desa hiang tinggi serta nenek 4 desa betung kuning lebih dulu dilakanakan pendahuluan pno perkawinan.